Senin, 27 Desember 2021

Procedure pengetesan SSPB/BUC


Kali ini kita akan membahas tentang Pengetesan SSPB/BUC, adapun step by step nya sebagai berikut,

ok langsung aja....cekidot.

Pengertian BUC (Block UP Converter)

Block UP Converter ini berfungsi mengubah frekuensi rendah ke frekuensi tinggi.

Block UP Converter mengkonversi dari L band, ke Ku band, C band, dan Ka band, selain itu juga gelombang mikro antara 40-60 Ghz (tracking), 1-2 Ghz(komunikasi). 

Sedangkan yang lebih lama konversi frekuensi 70 MHz ke Ku band atau C band.

Block UP Converter bekerja dengan menggunakan frekuensi sebagai kode morse di mana sering digunakan bolak balik antara gelombang radio dan informasi digital.

Pengertian Solid State Power Block Up Converters - SSPB

SSPB Sama dengan BUC berfungsi mengkonversi frekuensi rendah ke frekuensi tinggi namun ada perbedaan pada Power Amplifier nya,

SSPB power menggunakan tube, sedangkan BUC menggunakan Transistor sebagai komponen utama nya

SSPB rata-rata power 100Watt keatas, sedangkan BUC dari 1 watt-500 Watt

A.     Peralatan yang diperlukan dalam uji perangkat sebagai berikut  :

 

a)      Spectrum Analiyzer

b)      Dummy Load Ku-Band kapisatas 1250W

c)      Power meter RF

d)      Signal Generator

e)      Kabel ukur ( RF/IF/Konektor)

f)       Coupler Dummy load Ku-Band

g)      Multimeter/Avometer

h)      Modem L-Band

i)        Laptop/PC

j)        Kamera foto

 

B.     Pendukung  yang diperlukan dalam uji perangkat sebagai berikut  :

 

a)      Sumber listrik AC

b)      Kabel AC Cord

c)      Koneksi grounding perangkat

 

C.     Parameter uji perangkat sebagai berikut  :

a)      Pengujian Saturasi

b)      Pengujian Gain

c)      Pengujian spurious

d)      Pengujian Flatness

e)      Intermodulasi

 


Skema Pengetesan SSPB/BUC

 

D.     Persiapan pengujian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

 

a)      Membaca buku manual dan spesifikasi perangkat

b)      Menyiapkan BUC yang akan di uji

ü Pasang dummy load pada port output BUC

ü Pasang power listrik pada BUC

ü Pasang kabel grounding pada BUC

c)      Hidupkan Signal Generator atau modem L-Band

d)      Hidupkan spectrum analyzer dan Power meter RF

e)      Hidupkan PC sebagai remote akses ke BUC

 

 

Prosedure pengujian

  

1.      Pengujian Saturasi BUC

  • Setelah perangkat BUC,Modem L-band dan spectrum analyzer sudah siap
  • Setting Frekuensi pada Modem L-band (misalnya 950 Mhz atau 1.000 Mhz) dan  Power output sekitar -30dBm.
  • Seting spectrum Analyzer dengan Frekunsi RF output BUC.
  • Pastikan koneksi antara Specrum Analyzer ke coupler atau RF sample
  • Tx On pada Modem L-band, melihat Frekuensi output pada spectrum analyzer dan catat, amati level output tersebut.
  • Untuk pengetesan Output power Saturasi BUC  dengan cara menaikan power BUC sampai maksimal dan menaikan power di modem L-band  sehingga didapat power output sesuai spesifikasi.
  • Misalnya specifikasi BUC 1250Watt ( 60.7 dBm)
  • Untuk melihat Saturasi BUC tersebut bisa mengunakan power meter RF atau bisa juga menggunakan Spctrum Analyzer atau juga display pada perangkat.
Example Specifikasai BUC 200w (53.0dBm)

 

2.      Pengujian Gain BUC

 

  • Seting Modem L-Band (semisal 950 Mhz) Dengan  Output Power  – 20 dBm dengan menggunakan sinyal CW (Tidak Modulasi)
  • Seting power BUC 3 dB
  • Lihat pada Spetrum Anayzer  dengan melihat level sinyal tersebut.
  • Untuk spesifikasi BUC 1250W memiliki Gain maksimal  adalah 78 dB
  • Untuk mengukukur rumus gain dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

 Gain = Output – Input 

Skema pengujian gain BUC

 

3.    Pengujian Spurious BUC

  • Seting Modem L-Band (semisal 950 Mhz) Dengan  Output Power  – 30 dBm dengan menggunakan sinyal CW (Tidak Modulasi)
  • Seting power BUC 5 dB
  • Untuk pengetesan Spuriuous BUC  dengan cara menaikan power BUC sampai maksimal dan menaikan power di modem sehingga didapat power output linear 57 dBm.
  • Lihat pada Spetrum Anayzer ada sinyal tersebut, Lihat bentuk dari carrier transmit pada spectrum analyzer
  • Untuk spesifikasi spurious BUC 1250W adalah masimal 60 dBc

Example Specifikasai BUC Power linear 50 dBm

  

4.      Pengujian Flatness


  • Untuk pengetesan Flatness dibutuhkan Input Sweep frekuensi dengan lebar 40 Mhz untuk menjadi input sinyal ke BUC
  • Untuk pengujian memerlukan Signal Generator dengan power sekitar – 30 dBm.
  • Seting parameter Div/1db pada spectrum analyzer untuk memudahkan pembacaan hasil flatnees
  • Saat signal generator melakukan sweep ke input BUC, gunakan fungsi trace minimal hold dan maximal hold
  • Setelah pada Spetrum Anayzer terlihat carrier rata,maka coba detla maker dari titik puncak tertinggi ke titik terendah dari Flatness tersebut.
  • Untuk spesifikasi BUC 1250W memiliki Flatness maksimal  adalah 1 dB

Skema pengujian Flatness BUC
Example Flatness BUC

  

5.      Pengujian Intermode

  • Untuk pengetesan intermodulatsi memerlukan 2 Carrier CW dengan Space 5 Mhz.
  • Menggunakan dua modem L-band dan masing-masing output modem di disatukan dengan penambahan combiner L-band .
  • Output dari combiner sebagai input dua sinyal carrier ke BUC
  • Seting modem L-Band pertama power ouput – 30 dbm dengan frekuensi 1000 Mhz dan modem L-band kedua power output – 30 dengan frekuensi 1005 Mhz.
  • Di spetrum analyzer akan terlihat dua carrier dengan tinggi carrier sama levelnya
  • Jika tinggi kedua carrier itu sudah sama,dilanjutkan menaikan level kedua carrier sampai power output BUC linear 57 db.
  • Untuk spesifikasi BUC 1250W memiliki Intermodulasi  maksimal  adalah -25 dBc

 

Skema Pengetesan Intermodulasi
Example Intermodulasi BUC


Tujuan procedure pengetesan:

  1. Untuk mempermudah dan pemahaman sebelum dan sesudah  melakukan pengujian suatu perangkat
  2. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan human error selama melakukan pengujian.

 

 Demikian ulasan kami hari ini

Semoga bermanfaat




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGOPERASIAN HPA CPI

Hallo teman teman berikut ini kita bahas mengenai Standard Operating Procedure (SOP) PENGOPERASIAN  HPA CPI Langsung aja yuck kita simak.. ...