VSAT merupakan kependekan dari Very Small Aperture Terminal. VSAT adalah
terminal pemancar dan penerima transmisi satelit yang tersebar di banyak lokasi
dan terhubung ke pusat yang disebut hub sentral melalui satelit dengan
menggunakan antena parabola yang memiliki variasi diameter yang berbeda-beda.
Biasanya disisi remote menggunakan antena dengan diameter 1,8 meter dan disisi
hub menggunakan antena 9 meter tergantung kebutuhan dari masing-masing
provider.
Jaringan berbasis VSAT memberikan solusi efisien, metode cost effective dan
reliable untuk distribusi data ke sejumlah lokasi berbeda tanpa terkait jarak.
berbeda dengan jaringan terestrial yang selalu memperhitungkan jarak, karena
semakin jauh jarak lokasi, maka akan semakin besar biaya yang harus dikeluarkan
untuk investasi. Secara umum, sistem Vsat bekerja pada frekuensi Ku-band dan
C-band. Ku-band digunakan di Eropa and Amerika Utara menggunakan antena VSAT
ukuran kecil. C-band banyak digunakan di Asia, Afrika dan Amerika Latin,
membutuhkan antena yang lebih besar.
Jenis VSAT ada dua macam yaitu C-Band dan Ku-Band.
KU-Band :
Adalah bagian dari spektrum elektromagnetik dengan jarak frekuensi dalam
gelombang mikro mencapai 11,7 hingga 12,7 GHz (downlink frequencies) dan 14
hingga 14,5 GHz (uplink frequencies).
KU-band atau
Kurtz-Under band terutama digunakan pada satelit komunikasi, khususnya untuk
penerbitan dan penyiaran satelit televisi atau Direct Broadcast Television.
KU-band juga
digunakan untuk sinyal telepon dan layanan komunikasi bisnis.
C-Band :
C-Band adalah nama yang diberikan kepada bagian tertentu dari spektrum elektromagnetik
, serta berbagai panjang gelombang dari gelombang mikro yang digunakan untuk
telekomunikasi radio jarak jauh.
Adalah bagian dari spektrum elektromagnetik pada rentang frekuensi microwave
berkisar 4,0-8,0 gigahertz, tetapi definisi ini adalah salah satu yang diikuti
oleh produsen radar dan pengguna, namun tidak harus oleh pengguna
telekomunikasi radio microwave.
Komponen VSAT, terdiri dari:
·
Unit Luar (Outdoor Unit (ODU)):
o Antena/dish/parabola
ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di
tanah.
o BUC (Block Up
Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering
disebut sebagai Transmitter (Tx).
o LNB (Low Noise
Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai
Receiver (Rx).
·
Unit Dalam (Indoor Unit (IDU)):
o Modem (Modulator /
Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang
menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50
meter.
o IFL (Inter
Facility Link). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya
biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor
jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman)
Keunggulan VSAT:
·
Pemasangannya cepat.
·
Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi.
·
Penggunaan satelit juga dapat meminimalisir gangguan eksternal
karena tidak lagi dipengaruhi faktor jarak. Kalaupun terjadi, gangguan akan
jauh lebih cepat diidentifikasi dan diatasi, dibandingkan pada jaringan
teresterial.
·
VSAT merupakan solusi yang sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan
telekomunikasi aplikasi voice, data, audio maupun video, terutama pada daerah
yang belum terjangkau transmisi terestrial.
Kekurangan VSAT:
·
Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul
air).
·
Memakan tempat, terutama untuk piringannya.
·
Latency yang lebih tinggi di bandingkan kabel “karena Awan
Kumulus dan fakor delay komunikasi data via satelit”.
Karena
di Indonesia kepulauan dan pegunungan sangat cocok untuk menggunakan solusi
link vsat ini karena dapat diakses di mana saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar