Selasa, 30 November 2021

PENGUKURAN GRUP DELAY SYSTEM

 

  1. Alat ukur yang diperlukan : 

-    Spectrum Analyzer

-    Signal Generator

-    Printer

-    Network Link Analyzer

-    Acessories  kabel IF & RF

 

  1. Konfiguarsi  pengukuran :

 

 

3Konfiguarsi  pengukuran :

-        Kalibrasi kabel IF input output   oleh perangkat NLA

-       Tentukan Range Frequency  start – stop ( 50 s/d 90  / 120 s/d 160 Mhz )    sesuai kebutuhan system  yang akan diukur.

-        Monitor  output perangkat Down Link system   untuk meyakinkan NLA beroperasi baik.

-        Operasikan perangkat NLA untuk mencari Grup Delay 

-     Hasilnya akan tertera pada display perangkat NLA untuk nilai Grup Delay  system ( Loop Back Sat )

 

4. Data pengukuran : 

Data hasil pengukuran masukkan kedalam FORM

PENGUKURAN EIRP STABILTY


  1. Alat  ukur  yang diperlukan : 

-    Spectrum  Analyzer

-    Power Meter

-    Dummy load   RF  /  IF

-    SIG  GEN

-    Acessories kabel  RF  &  IF

 

  1. Rangkaian pengukuran  EIRP  Stabilty :

 


  1. Formula  EIRP  adalah :

  1. Langkah pengukuran : 

-        Dapatkan data Gain Transmit  dan  data loss feeder.

-    Operasikan perangkat Up link system dengan power maximum sampai didapat saturated power satelit  .

-        Gunakan Transponder kosong .

-       Jika tidak ada transponder kosong , maka untuk mendapatkan P out Max  cukup dengan data specifikasi .

 

  1. Data pengukuran :

 Data hasil pengukuran masukkan kedalam FORM

PENGUKURAN AMPLITUDE FREQUENCY RESPONCE


1.   Alat ukur yang diperlukan : 

-    Spectrum Analyzer

-    Signal Generator

-    Printer

-    Network Link Analyzer

-    Acessories  kabel IF & RF

 

2.   Rangkaian pengukuran : 

Option  pertama

 

Option ke dua :

 

3.      Formula  Frequency  Responce:


 

4.     Langkah Pengukuran Option pertama: 

-        Ukur Freq Response kabel input &  output oleh Signal Generator   mode Sweeper dengan  range Frequency  sesuai yang dikehendaki olrh perangkat yang akan kita ukur .( Freq start – stop )

-        Kemudian Signal tersebut  di inputkan ke perangkat 

-        Ukur besaran freq response   maximum  to minimum dimulai dari freq start  s/d  freq  stop )

-        Konversikan hasil tersebut dengan  freq responce   kabel input dan kabel output. ( Satuan dB untuk p-p)

  

5.     Langkah pengukuran Option kedua : 

-        Kalibrasi kabel input output   oleh perangkat NLA

-        Tentukan Range Frequency  start – stop  yang dikehendaki  sesuai kebutuhan perangkat yang akan diukur.

-        Operasikan perangkat NLA untuk mencari Responce frequency .

-        Hasilnya akan tertera pada display perangkat NLA untuk nilai rata freq responce  ( freq start s/d  freq  stop ) 

 

6.     Data hasil pengukuran :

                     Data hasil pengukuran masukkan kedalam FORM 

PENGUKURAN GAIN SLOOP

- Spectrum Analyzer
- Signal Generator
- Printer
- Network Link Analyzer
- Acessories  kabel IF & RF

Option  pertama

  Option ke dua


Formula  Gain sloop (  satuan db dalam p-p ) 


- Ukur Gain sloop  kabel input  & output oleh  Signal Generator   mode Sweeper dengan  range Frequency  sesuai yang dikehendaki.( Freq  start  - stop ) .
- Kemudian Signal tersebut  di inputkan ke perangkat  
- Ukur gain sloop  maximum  to minimum antar Frequency  ( setiap sloop  atau  freq  x  s/d  freq  Y )
- Konversikan hasil tersebut dengan  hasil data gain sloop  kabel input dan kabel output dengan posisi  freq yang sama . ( Satuan dB untuk p-p)


- Kalibrasi kabel input output   oleh perangkat NLA
- Tentukan Range Frequency  start – stop  yang dikehendaki
- Operasikan perangkat NLA untuk mencari Gain sloop
- Hasilnya akan tertera pada display perangkat NLA untuk nilai rata Gain sloop antar freq.


- Data hasil pengukuran masukkan kedalam FORM 

PENGUKURAN GAIN FLATNES

 1. Alat ukur yang diperlukan :

- Spectrum Analyzer

- Signal Generator

- Printer

- Network Link Analyzer

- Acessories  kabel IF & RF


2. Rangkaian pengukuran :

Option  pertama

 

Option ke dua 
Formula signal
 


3. Langkah Pengukuran Option pertama:

- Setting freq start – stop Sig Gen  sesuai yang dikehendaki oleh perangkat yang akan kita ukur .

- Kemudian ukur  gain Flatnes kabel input dan kabel output.

- Kemudian Signal tersebut  di inputkan ke perangkat  

- Ukur Flatness output maximum dan gain perangkat  

- Ukur flatness output  minimum  dan gain perangkat

- Konversikan hasil tersebut dengan  flatness kabel input dan kabel output.


4. Langkah pengukuran Option kedua :

- Kalibrasi kabel input – output  oleh perangkat NLA

- Seeting  freq  Start – stop  NLA  sesuai kebutuhan perangkat yang akan diukur.

- Operasikan perangkat NLA untuk mencari Gain flatness.

- Hasilnya akan tertera pada display perangkat NLA dengan nilai Gain Flatness rata - rata.


5. Data hasil pengukuran :

- Data hasil pengukuran masukkan kedalam FORM

PENGUKURAN INPUT / OUTPUT LEVEL HPA

 1. Alat ukur yang digunakan :

- Spectrum Analyzer

- Signal Generator  IF  s/d RF

- Power Meter 

- Printer

- Directonal Coupler RF ( flange CPR ……..)

- Acessories kabel IF & RF  

- Doomy load RF


2. Rangkaian pengukuran :



3. Langkah pengukuran :


- Tentukan gain specifikasi dari perangkat yang akan di ukur sesuai dengan specifikasi perangkat 

- Insert signal CW ke input perangkat dengan level nomial sesuai specifikasi perangkat.

- Ukur output perangkat dengan Spectrum Analyzer atau Power meter ( Sesuai keperluannya ).

- Hasil pengukuran gain perangkat  Minimal harus sesuai dengan specifikasi perangkat tersebut.


4. Formula input / output level :


5. Data pengukuran :

- Data  hasil pengukuran dimasukkan kedalam FORM

PENGUKURAN THIRD 0RDER INTERMODULASI PRODUK

 1. Alat ukur yang diperlukan : 

- Spectrum Analyzer

- Signal Generator  / Power Source Carrier  IF s/d RF

- Combiner  IF  &  RF 

- Acessories kabel IF dan RF 


2. Rangkaian pengukuran :


3. Formula  signal  “ third order Intemod produk”

X = Batasan yang di izinkan sesuai specifikasi perangkat.


4. Langkah pengukuran :

- Setting  Freq Power Source carrier A & B dengan jarak minimal  2 MHz.

- On kan Power Source carrier A & B dimulai dengan level power minimal dengan besaran  yang sama .

- Kemudian naikkan level power keduanya dengan bersamaan.

- Amati output equipment oleh spectrum Analyzer.

- Pada power level tertentu akan muncul carrier ke tiga dengan posisi sebelah kiri dan kanannya.

- Ukur dengan formula diatas apakah itu Carrier Third.

- Selisih Main carrier dengan carrier Third harus sesuai dengan specifikasi dari perangkat tersebut.

- Untuk membedakan signal suppurius dengan third order dilihat dari posisi Frequency yang diduduki.


5. Data hasil pengukuran :

- Data hasil pengukuran masukkan kedalam FORM 

PENGUKURAN RATED OUTPUT POWER

 


1. Alat ukur yang dibutuhkan:

- Spectrum Analyzer

- Signal  Genertor  IF  s/d RF

- Dummy Load  RF  adapter CPR  137

- Acessories  kabel IF & RF


2. Rangkaian perangkat :

  


3. Langkah pengukuran :

- ON kan Signal generator dari mulai power rendah

- Signal output SIG GEN  adalah mode Sweep.

- Spectrum Analyzer posisi single Carrier.

- Kemudian  power level dinaikkan sebesar  1 dB secara berkala 

- Amati kenaikkan level output perangkat.

- Apabila masih linier maka disebut daerah gain linier.

- Apabila mulai kurang dari 1 dB disebut daerah gain non linier.

- Apabila mulai tidak ada kenaikkan / jenuh atau relatif nol , maka disebut daerah gain saterated atau juga disebut Rated output Power .


4. Data hasilpengukuran :

- Data hasil pengukuran dimasukkan dalam FORM 

PENGUKURAN CARRIER SUPPERRIUS

 PENGUKURAN  CARRIER SUPPERRIUS


1. Alat ukur yang digunakan :

- Signal Generator  IF  s/d RF

- Spectrum Analyzer  

- Doomy Load

- Acessories  kabel  IF & RF

- Printer


2. Rangkaian pengukuran:


3. Langkah  pengukuran :

- Mode  Signal dari Signal Generator adalah CW

- Ukur signal output dari perangkat oleh Spectrum Analyzer.

- Naikkan besaran level input sampai didapat keluaran dari perangkat muncul carrier lainnya.

- Ukur selisih dari Main carrier ke carrier yang muncul tersebut.

- Besaran nilai tersebut minimal harus  - 60 dBc atau disesuaikan dengan besaran yang diperbolehkan sesuai dengan   Specifikasi dari perangkat tersebut.


Catatan :


Pengukuran Supperrius Carrier  khusus untuk perangkat  yang mempunyai penguatan ( Amplifier ).


4. Data hasil pengukuran :  

- Data hasil pengukuran di inputkan dalam FORM

 



Senin, 29 November 2021

PENGUKURAN RETURN LOSS / VSWR


 PENGUKURAN  RETURN LOSS / VSWR

 

1. Alat ukur yang digunakan :

- Power Meter 

- Printer

- Acessories kabel IF  &  RF

- Directonal Coupler  Dual / Single Monitor  RF & IF  Type N Connector

- Directonal Coupler dual / single RF & IF type CPR flange adapter.

- Dummy  load ( IF  / RF )

- Signal Generator  ( IF  s/d RF )

2. Rangkaian pengukuran Return Loss Input.



3. Langkah pengukuran Return loss input:

- Insert Signal to equipment  level power rendah

- Ukur besaran signal dari Monitor input directonal Coupler.( mengukur besaran signal input ) V-in 

- Ukur besaran signal dari monitor output directonal Coupler ( mengukur besaran signal balik dari input perangkat ) V-out reflected


4. Formula Retun Loss : Vinput – Vout Reflected  dB

- Nilai tersebut dapat dikonversikan kedalam VSWR .


5. Data hasil pengukuran :

- Data hasil pengukuran di inputkan dalam FORM terlampir.


6. Rangkaian pengukuran Return Loss Output:

 


7. Langkah pengukuran Return Loss Output :

- Perangkat yang akan diukur tidak boleh di ON kan

- Ukur besaran signal dari Monitor input directonal Coupler.( mengukur besaran signal input ) Vinput

- Ukur besaran signal dari monitor output directonal Coupler ( mengukur besaran signal balik dari output perangkat ) Vout Reflected

- Formula hitungan sama dengan uraian diatas. 

- Nilai tersebut dapat dikonversikan kedalam VSWR .


8. Data hasil pengukuran :

- Data hasil pengukuran dimasukkan dalam form terlampir.





PENGUKURAN G/T ANTENA ( Figur of Merit)



1. Alat ukur yang digunakan :

- Spectrum Analyzer   & Printer
- Acessories Kabel RF  Printer 
- RF Switch Coaxial type N
- Terminator RF  50 Ohm  Type N

2. Rangkaian pengukuran :
 


3. Langkah pengukuran :

- Posisikan antena kearah satelit ( Pointing & Xpoll )
- Setting Spectrum Analyzer posisi center Transponder dengan span full transponder.
- Geser Azimuth & Elevasi antena sampai tidak menerima Carrier ( noice Sky ) biasanya Elevasi  20 degree. 
- Posisikan RF Switch Coaxial  dari arah antena ke arah terminit berulang – ulang untuk mendapatkan nilai vektor signal noice. Y(dB) 
- Lakukan pengukuran  Link H & V  ( jika antena dual Poll)
-
4. Formula  G/T  berdasarkan data Specifikasi:


Grx = Gain Receive berdasarkan  Spec  antena 
T Sysytem = Noice antena + Faktor Noice Hujan + Noice LNA  
berdasarkan Specifikasi.
Vector Noice = Delta antara level noice  antena + LNA terhadap  level Noice dari Terminith RF .

 Bandingkan hasil perhitungan dan hasil pengukuran yang mana lebih sesuai dengan Spec G/T antena tersebut.


PENGUKURAN PATERN ANTENA

 




- Spectrum Analyzer ( RBW & VBW > 30 Hz )
- Acessories  kabel  IF  &  RF 
- Printer

- Perangkat Up Link system

- Tentukan Specifikasi gain side lobe  antena
- Tentukan Specifikasi Pola Side Lobe antena 
- Posisikan antena ke arah Satelit yang digunakan 
- Pancarkan signal CW dari antena  yang akan diukur
- Gerakan Azimuth antena yang akan diukur  ( patern TX Azimuth )
- Gerakan Elevasi antena yang akan diukur ( patern  TX Elevasi )
- Pengukuran dilaksanakan oleh antena lain ( antena pengukur )
- Dapatkan hasil patern TX masuk kedalam Specifikasi gain sloop

- Tentukan Specifikasi gain Side Lobe antena
- Tentukan Specifikasi Pola side lobe antena 
- Posisikan antena ke arah satelit yang digunakan 
- Pancarkan signal CW dari antena  lain 
- Gerakan Azimuth antena yang akan diukur  ( patern RX Azimuth )
- Gerakan Elevasi antena yang akan diukur ( patern  RX  Elevasi )
- Pengukuran dilaksanakan oleh antena yang akan diukur
- Dapatkan hasil patern RX  masuk kedalam Specifikasi gain sloop

Untuk mendapatkan hasil patern yang memenuhi persyaratan specifikasi gain Sloop antena yaitu dengan cara :


Mengatur / adjusment posisi Reflector jika last Finish action Sub Reflector 
Laik tidaknya antenna untuk  dioperasikan adalah berdasarkan hasil data pengukuran Patern Transmit yang dilaksanakan oleh stasiun pengukur , sedangkan untuk Paten receive hanya diperlukan utamanya untuk mencari Gain Receive .
Hasil Patern antenna baik  maka gain antenna akan terpenuhi .
 



FORMULA PENGUKURAN GAIN & PATERN ANTENA

 

1. Slew Rate  Elevasi & Azimuth  ( satuan Degree/sec )


2. Gain 3 dB &  10 dB beam Elevasi ( satuan Degree ) 


3. Gain 3 dB & 10 dB beam Azimuth ( satuan Degree)


4. Gain 3 dB antenna satuan  dBi:


5. Gain 10 dB antenna satuan dBi:


6. Gain total antenna ( TX  & RX ) satuan  dBi:


 7. Batasan Gain Sloop Patern antenna  ( TX & RX )  :


8. Pola Patern antenna :

- Antena diameter > 6 meter , side lobe satu berada didalam  waktu  1 degree. Selanjutnya dibawah batasan kurva  gain sloop  specifikasi antenna .

- Antena diameter  < 6 meter , side lobe satu berada diluar waktu 1 degree dan harus didalam kurva gain sloop specifikasi antena .

- Waktu 1 degree didapat dari data Slew Rate .


CARA PENGUKURAN GAIN ANTENA


  1. Alat ukur yang digunakan: 

-          Spectrum Analyzer  ( RBW & VBW  > 1 s/d 100  Hz )

-          Acessories kabel  IF  &  RF

-          Perangkat / alat Parameter Degree

-          Stop Watch

-          GPS

-          Printer

 

  1. Rangkaian pengukuran Gain Transmit.

                                                   

 

  1. langkah pengukuran Gain Transmit :

-          Dapatkan data  Slew Rate Azimuth  antena yang akan diukur

-          Dapatkan data   Slew Rate  Elevasi antena yang akan diukur

-          Dapatkan data Longitude & latitude lokasi antena

-          Dapatkan data Azimuth Factor Correction

-          Pancarkan carrier dari antena yang akan diukur

-          Gerakan Azimuth & Elevasi antena yang akan diukur .

-          Pengukuran data patern Transmit   oleh stasiun pengukur.

-          Ukur 3 dB beam  Elevasi  oleh stasiun pengukur

-          Ukur 3 dB beam  Azimut h oleh stasiun pengukur

-          Ukur 10 dB beam  Elevasi  oleh stasiun pengukur

-          Ukur 10 dB beam  Azimuth oleh stasiun pengukur

 

  1. Data hasil pengukuran : 

-         Data hasil pengukuran dimasukkan dalam FORM terlampir.

-         Apabila hasilnya belum memenuhi , maka lakukan perbaikan patern transmit.

  

  1. Rangkaian pengukuran Gain Receive:

 

  1. langkah pengukuran Gain Transmit : 

-          Data Slew Rate Azimuth dan Elevasi dan Azimuth Factor Correction adalah sama dengan data diatas.

-          Pancarkan carrier dari antena pengukur / antena lain.

-          Gerakan Azimuth & Elevasi antena yang akan diukur  

-          Pengukuran data patern Receive oleh antena yang akan diukur.

-          Ukur 3 dB beam  Elevasi   oleh antena yang akan diukur.

-          Ukur 3 dB beam  Azimtuh oleh antena yang akan diukur

-          Ukur 10 dB beam  Elevasi  oleh antyena yang akan diukur

-          Ukur 10 dB beam  Azimuth oleh antenna yang akan diukur

 

  1. Data hasil pengukuran : 

-         Data hasil pengukuran dimasukkan dalam FORM

-         Apabila hasilnya belum memenuhi , maka lakukan perbaikan patern transmit.

                                              

 

                                                                            

 

 

 

 

 

PENGOPERASIAN HPA CPI

Hallo teman teman berikut ini kita bahas mengenai Standard Operating Procedure (SOP) PENGOPERASIAN  HPA CPI Langsung aja yuck kita simak.. ...